Kerja Cerdas, Cepat dan tidak hanya Keras

Sekalipun sejak tahun 2009 Amerika mengalami krisis ekonomi akibat keserakahan korporasi keuangan, namun Amerika tetap saja merupakan negara adidaya di Dunia. Tentunya kekuatan adidaya Amerika ditunjang oleh keberadaan perusahaan-perusahaan besar Amerika yang mempunyai pengaruh kuat hampir di seluruh dunia.

Bangsa Amerika menjunjungi tinggi nilai sportifitas dan kerja keras dalam bersaing untuk unggul, di mana hal tersebut sudah menjadi bagian dari budaya kehidupannya. Maka tak heran jika presidennya sendiri yang memberikan Penghargaan/Award secara langsung kepada perusahaan yang meraih score tertinggi dalam ajang yang disebut "Malcolm Baldridge National Quality Award" yang diadakan setahun sekali. Hal ini sebagai bentuk keyakinan bahwa melalui kinerja perusahaan yang ekselen, bangsa Amerika akan selalu berada di depan untuk memimpin perekonomian dunia.

Di Indonesia, BUMN sudah membuktikan dirinya sebagai pilar kekuatan ekonomi dalam menghadapi krisis tahun 1998 lalu. Sekalipun ketika itu banyak BUMN yang masuk dalam daftar merugi. Namun, tahun 2003 adalah awal BUMN masuk dalam era "mandiri" di mana pemerintah tidak bisa lagi menalangi BUMN yang merugi. Untuk itu dikeluarkan UU BUMN nomor 19 tahun 2003 yang merupakan awal bagi BUMN untuk menjadi mandiri dan profesional. Hasilnya, sejak saat itu beberapa BUMN yang merugi dapat menekan kerugian yang acapkali dialaminya.

Namun itu saja tidak cukup, Sugiharto mendorong agar terjadi effisiensi dengan menciptakan terobosan yang mengedepankan sinergi antar BUMN. Demikian pula di era Sofyan Djalil sinergi ini lebih ditingkatkan, bahkan bukan itu saja, beliau mendorong agar BUMN juga bisa berjalan lebih cepat dan luwes dalam menghadapi era persaingan yang lebih berat. Atmosfir kerja keras, cepat, cerdas dan effisien yang sudah melai membudaya ini dilanjutkan oleh Mustafa Abubakar dengan mendorong lagi agar BUMN-BUMN besar lebih kerja keras lagi dalam upaya menciptakan terobosan-terobosan yang membawa BUMN menjadi leader bukan hanya di pasar domestik tapi juga di pasar global.  

Tahun 2007, Bulog di bawah kepemimpinan Abubakar mencatat hasil yang luar biasa, dari hampir ditutup hingga akhirnya BULOG mampu menjadi perusahaan yang membawa kebanggan baik bagi karyawannya maupun pemerintah. 

Tahun 2011, justru Dahlan Iskan yang menjadi bintang dalam membawa PLN menjadi perusahaan yang memberikan nilai bagi karyawan PLN, dan mulai dicintai rakyat dengan keberhasilan mengurangi "byar pet" serta meningkatkan penghasilan dngan membuat gebrakan effisiensi dan kerja keras.

Di penghujung tahun 2011, PLN baru saja menyelesaikan self-assesment dengan menggunakan metode pengukuran Baldridge pada 44 unit cabang yang tersebar di seluruh Nusantara. Hasil assesment ini akan digunakan oleh dewan direksi untuk mengetahui secara rinci dan jelas tingkat kinerja serta kekuatan-kekuatan apa yang ada pada tiap unit, untuk ditindak lanjuti. Kebijakan melakukan self-assesment ini dikeluarkan saat Dahlan Iskan menjadi orang nomer satu di PLN. Di tahun 2012 - 2013 ini kita akan melihat hasil kerja dari PLN yang akan lebih mencengangkan berkat dasar pondasi yang sudah dibangun oleh Dahlan Iskan sebelumnya.

PT Krakatau Steel dan PTPN 3 adalah merupakan dua BUMN yang berhasil melewati angka 576 dalam score kinerja ekselen Baldridge dalam IQA 2011 dan masuk dalam level Emerging Industrial Leader (EIL) serta dijadikan Pusat Pertumbuhan Ekonomi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keberhasilan mereka dimulai sejak 4-5 tahun lalu dengan menerapkan metode pengukuran kinerja Baldridge secara konsisten dan persisten.

Kini ditahun 2012, ada 2 (dua) BUMN yang berada di level EIL, dan 10 BUMN di Level Good Performance serta 18 BUMN yang berada dalam level Early Improvement . Dengan konfigurasi seperti ini, bila saja perusahaan tersebut di atas kosisten dalam menindaklanjuti hasil assesment IQA 2011, maka akan terjadi peningkatan pertumbuhan pada penghasilan yang sangat besar di akhir 2012. Kami yakini itu dapat terjadi atas dasar pertimbangan dua hal yakni:

  • Perbaikan kinerja perusahaan melalui metode Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence adalah langkah yang sangat tepat bila diterapkan secara konsisten serta ditindaklanjuti secara cermat.
  • Dengan kerja keras dan Leadership seorang Dahlan Iskan yang menjadi orang nomer satu di BUMN, maka akan terjadi percepatan perbaikan proses-proses di organisasi perusahaan sehingga menciptakan hasil yang lebih maksimal.

Dengan pencapaian kinerja ekselen tersebut melalui kerja keras, cerdas dan cepat, maka diyakini sumbangan BUMN terhadap peningkatan Daya Saing Perekonomian Bangsa akan lebih dominanan. Dan itu kita optimis akan tercapai dalam era kepemimpinan seorang Dahlan Iskan yang penuh dengan kejutan-kejutan serta down to earth

IQA Foundation

logo-iqafIndonesia Quality Award (IQA) adalah bentuk penghargaan terhadap penilaian kinerja ekselen berbasiskan "Kriteria Baldrige". Kriteria ini yang dalam kegiatan IQA diberi istilah Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE)

Website: IndonesianQualityAward.com

 

Kontak

Sekretariat IQA Foundation
Jl. Radio IV. No.5, Keramat Pela, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - 12130
Tel: (6221) 7264135, 726 4280,