Why ISO 9000 not enough

Good  Corporation adalah perusahaan yang telah berhasil  memproduksi produk nya dengan kualitas tinggi melalui cara pengelolaan perusahaan yang baik. Banyak perusahaan yang masuk dalam katagori Good Corporation  dengan mengaplikasuikan ISO 9000.

Di Indonesia sudah ada puluhan   Perusahaan yang mengimplementasikan ISO 9000 lebih dari 10 tahun, namun saat ini merasa masih belum cukup puas dengan pencapaian itu. Mereka  menghendaki  menjadi lebih bagus lagi,  tidak hanya bagus di tingkat provinsi,  nasional, namun bisa unggul ditingkat regional dan bisa masuk  dalam tingkat   Dunia atau World Class seperti banyak perusahaan Jepang Korea Selatan Singapore dan lain-lain yang go International dan unggul dalam pengusaan product, market dan financial.

Dari hasil workshop  oleh IQA Foundation  tahun 2012 maka disimpulkan mengaplikasikan ISO 9000 tidak cukup kuat untuk mengangkat kinerja organisasi /perusahaan menjadi perusahaan dengan level kinerja Great atau Excellence. Karena ISO 9000 hanya menempati  di satu (1) manjemen frame atau katagori yakni di katagori (nomer) 6 sedangkan   Malcolm Baldridge yang mempunyai 7 manajemen frame / atau 7 katagori.

Hal lain  ISO 9000 tidak memasuki unsur "perusahaan pembanding" sebagai dasar untuk mengetahui dan  mengukur tingkat keunggulan, sedangkan dalam  Malcolm Baldridge (MB) faktor pembanding  terhadap perusahaan  "yang lebih unggul"adalah hal yang mutlak.

 

"Although programs, such as activity based costing, management by objective, reengineringproject management, Balanced Score Cards, Six Sygma, Lean Enterprise and ISO 9000 certification , to name a few, have produced some good results, unless  leaders focus on the entire integrated Management System, performance is not optimized". Mark L Blazey (insight to performance excellence 2013-2014  "understanding the Integrated Management System and the Baldridge Criteria.

"The purpose, content, and focus of the Baldrige Criteria for Performance Excellence and ISO 9001 registration are very different. The Baldrige Criteria provide an integrated, results-oriented framework for designing, implementing, and assessing all operations of an organization. In addition, the Baldrige Criteria include a strong customer, workforce, and future focus. ISO 9001 is a standard used in implementing a compliance and improvement system and assessing conformity in organization-selected operations. Its central purpose is to provide a common basis for an independent supplier qualification system. Overall, ISO registration covers a small fraction of the requirements in the Baldrige Criteria",Blorige NIST ,Baldridge FAQs.


Perbedaan lain  yang cukup prinsip adalah  dalam cara pelaksanaan pengukuran dan sistem penilaian dimana  ISO berpedoman pada "complience review", yakni  mutu mutu yang ada dalam  proses kerja dan sistem kerja dijaminkan untuk dipenuhi demi untuk mendapatkan sertifikat ISO yang diapply oleh organisasi yang bersangkutan. 

Sedangkan dalam MB pelaksanaan pengukuran kualitas proses proses dan hasil dilaksanakan di ke 7 manajemen frame/katagori dengan semangat continous developmental assesment yang  di pandu dan di intergerasikan dengan  Scoring Guideline yang rinci dan detail sehingga dapat mengetahui tingkat keekselenan dalam angka satuan yang absolut sehingga  jelas dan konkrit.
 

Selain Score , Assesment MB juga menghasilkan catatan atau pernyataan penting atau OFI yang ditemui disetiap atau ke 7  manajemen frame yang dapat dijadikan pegangan dalam mendesign atau membuat perencanaan perbaikan kinerj perusahaan kedepan secara konseptual  kinerja perusahaan kedepan. Dengan demikian perusahaan akan terhindar dari resiko kegagalan dan in effisiensi waktu dan cost .

Inilah kelebihan MB dalam menghantarkan perusahaan atau organisasi menjadi perusahaan yang Ekselen/Great yang dibutuhkan Perusahaan dalam memasuki abad 21 abad borderless yang penuh dengan persaingan tajam.

Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence adalah tool yang telah terbukti dapat meningkatkan kinerja Perusahaan / Organisasi di Amerika pada era awal 1990 sehingga terhindar dari keruntuhan ekonomi dan daya saing bangsa akibat kalah bersaing dengan produk-produk Jepang dan Eropah Barat waktu itu. Kini, Jepang  sejak awal tahun 2000 negara  yang  menggunakan metode Baldridge sebagai basis penilaian kinerja dalam Japan Quality Award.

Berikut adalah  refensi yang  membedakan perusahaan " good dan  great"   yang dicuplik dari  tulisan  J Latham /J Vinyard dalam buku Inside Baldridge "good versus great". Tidak ada penjelasan rinci atau contoh nama perusahaan  dalam buku ini, namun untuk mempermudah dalam  membedakan maka "kita" artikan saja    "good" adalah organisasi yang memiliki score Baldridge maksimal 500 dan "great" corporation dengan  score Baldridge diatas 600

 

"Good Corporation versus Great Corporation"


Good Corporation  :
fokus pada penciptaan produk atau jasa dengan kualitas tinggi.
Great Corporation  : fokus pada penciptaan produk dan Jasa yang dibutuhkan atau dikehendaki oleh pelanggan dan bersedia membayar untuk itu.

Good Corporation  : memproduksi produk atau jasa sesuai standard  yang ditentukan.
Great Corporation  : secara terus menerus belajar untuk meningkatkan perbaikan.

Good Corporation  : merespon jadwal yang dikehendaki/ ditentukan  oleh pelanggan
Great Corporation  : secara terus menerus berusaha untuk mengantisipasi dan merubah arah untuk memenuhi perubahaan yang diperlukan oleh pelanggan atau pasar.

Good Corporation  : fokus pada menjalankan bisnisnya.
Great Corporation  : fokus menjalankan bisnisnya dan siap mengubah bisnisnya.

Good Coporation   : pegawainya mengikuti/ mematuhi prosedur.
Great Corporation  :  pegawainya tidak hanya sekedar mengikuti prosedur tapi juga mereka diarahkan untuk menemui cara atau inovasi- inovasi baru untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Good  Corporation : memiliki orang orang pintar yang mengelola pekerjaan dengan intiusi.
Great Corporation  : memiliki orang- orang pintar yang mengelola pekerjaan dengan intiusi dan  mempunyai semangat dan daya dalam menyelasikan pekerjaan yang  bekerja berdasarkan fakta-fakta.

Good Corporation  : beroperasi memenuhi dengan hukum dan peraturan, melindungi masyarakat dan lingkungan-lingkungannya.
Great Corporation  : lebih dari sekedar pemenuhan hukum dan peraturan dan melindungi masyarakat dan lingkungan tapi lebih kepada pencapain dan fokus pada sebagai warga  perusahaan yang baik daalam lingkungannya.

Good Corporation  : fokus pada yang hal-hal sudah digariskan.
Great Corporation  : fokus pada penciptaan nilai- nilai untuk kepentingan para stakeholders.

Good Corporation  : fokus pada fungsi- fungsi yang excellence.
Great Corporation  : fokus pada sistem.

Di Indonesia sudah hampir 20 perusahaan BUMN yang masuk dalam level GOOD Performance (476-575) dan 3 BUMN dan satu Swasta yg sudah masuk level Emerging Industrial Leader (576-675)versi IQA Foundation.

Jakarta Agustus 2014.fts  :
sumber : artikel Blogrige NIST ; IQAF workshop Baldridge versus ISO 9000 ; Blog Concern Performance Excellence Insight Baldridge (J Latham and J Vinyard (2008) dan Seminar Baldridge BEC  2005 Hilton Hotel.

IQA Foundation

logo-iqafIndonesia Quality Award (IQA) adalah bentuk penghargaan terhadap penilaian kinerja ekselen berbasiskan "Kriteria Baldrige". Kriteria ini yang dalam kegiatan IQA diberi istilah Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE)

Website: IndonesianQualityAward.com

 

Kontak

Sekretariat IQA Foundation
Jl. Radio IV. No.5, Keramat Pela, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan - 12130
Tel: (6221) 7264135, 726 4280,